Add to Collection
About

About

A series of illustration that try to reproduce the events that recorded during the times of Indonesian revolution into a small potrait about stru… Read More
A series of illustration that try to reproduce the events that recorded during the times of Indonesian revolution into a small potrait about struggle for freedom. Read Less
Published:
MERDEKA!
THE INDONESIAN INDEPENDENCE CHRONICLE
November 2013 | Jamal M. Aziz | Evan Fernandez | commisioned work. 
 
 
 
 
Indonesia memiliki sejarah panjang akan penjajahan dan perjuangan untuk mendapatkan kembali
kemerdekaannya. Merdeka! -- sebuah rangkaian ilustrasi yang mencoba mereproduksi peristiwa yang terekam dalam rentang masa revolusi Indonesia dalam potret kecil tentang sebuah perjuangan untuk kebebasan.
 
......................
 
Indonesia has a long history of colonization and the struggle for gain back her independence.
Merdeka! -- is a series of illustration that try to reproduce the events that recorded during the times of Indonesian revolution into a small potrait about struggle for freedom.
"Fat Man", bom Atom kedua yang jatuh di kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945, yang akhirnya memaksa Jepang menyerah kepada pasukan sekutu di pasifik, setelah bom sebelumnya, "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi
 
.....................
 
"Fat Man", the second atomic bomb which fell in Nagasaki on August 9, 1945, push the Japanese immediate surrender to the Allied forces in pacific, after the first one, "Little Boy" was previously blown the city of Hiroshima on August 6, 1945. Those two dates marked the first and only nuclear attack ever occurs in history.
Sementara itu,  jauh dari pusat imperium Jepang ke sebelah selatan, gelombang aspirasi untuk kemerdekaan penuh yang telah diperjuangkan lebih dari lima dekade kebelakang, kini telah mencapai titik puncaknya. Para pemuda mendatangi Soekarno untuk mendesak agar segera diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia.
 
...................
 
Meanwhile, far south from the heart of Japanese Empire, wave of aspiration for complete independence that crawled year after year over more than five decades backward, now hit at its critical point. The Indonesian youth came to urge Sukarno to immediately proclaimed Indonesia's independence.
Revolusi pecah. Gerakan revolusioner yang dilakukan oleh para pemuda cukup membahayakan karena mereka mendengarkan siaran radio yang jelas-jelas dilarang oleh pemerintah Jepang. Apabila ketahuan hukuman berat akan diterima, namun hal tersebut tidak membuat mereka takut. Sabotase dan pencurian senjata juga tak jarang dilakukan sebagai persiapan gerakan revolusioner yang mereka rencanakan. Soekarno dan beberapa tokoh nasionalis menyadari akan gerakan bawah tanah yang dilakuakan pemuda.
 
...................
 
Revolution breakup. Revolutionary movements performed by the youth is quite dangerous because they listen to the radio broadcast which is strictly forbidden by the Japanese military government. Severe punishment would be the consequence, but it does not make them afraid. Sabotage and theft of weapons also often done in preparation for their planned revolutionary movement. Sukarno and other nationalist leaders realize about this underground resistence led by the youth.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu.
Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu.
 
.............
 
On August 14, 1945 Japan surrendered to the Allies. Japanese Army and Navy are still in power in Indonesia but now to secure the restore of power in Indonesia to the Allied force mandatory.
Panasnya darah para pemuda dan semangatnya yang luar biasa untuk mewujudkan kemerdekaan yang tertuang dalam Gerakan Angakatan Baru ternyata menimbulkan kecurigaan Jepang. Akibatnya sebagian tokoh pemuda ditangkap oleh salah satu bagian dalam kepolisian Jepang yang bernama Tokubetsu Keiketsu (Polisi Istimewa). Mereka dituduh telah melakukan tindakan melawan pemerintah militer Jepang.
 
.............
 
The hot blood of the youth and their incredible spirit to bring the independence for the nation decanted in  Gerakan Angakatan Baru (The New Generation Movement) bring suspicion to the Japanese. As a result, some youth leaders arrested by Keiketsu Tokubetsu (Japanese Special Police). Accused for subversive actions against the Japanese military government.
 
Seiring meningkatnya ketegangan dengan pihak militer Jepang, pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang
 
.............
 
In the growing tension with Japanese military, at the the early hours of August 16, 1945, the youth along with Shodancho Singgih, a member of PETA (Indonesian volunteer army of the Imperial Japanese), and other youth, they brought Sukarno (along with Fatmawati and her 9 month-old son, Guntur) and Hatta, to Rengasdengklok, later known as Rengasdengklok incident. They aimed to secure Sukarno and Hatta from Japanese provocation.
Penyusunan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo pada 17 Agustus 1945 dini hari di ruang makan laksamana Tadashi Maeda Jl Imam Bonjol no.1. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik, dan bendera merah putih dijahit langsung oleh ibu Fatmawati.
 
.............
 
Preparation of the text of the proclamation by Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta, and Mr. Ahmad Soebarjo on August 17, 1945 early morning in the dining room of Admiral Tadashi Maeda's house at Imam Bonjol street no.1, Jakarta. The concept for proclamation text written by Ir. Sukarno himself. In the front room, alse attending BM. Diah, Sayuti Melik, Sukarni, and Soediro. Sukarni proposed that the text of the proclamation was signed Ir. Sukarno and Drs. Moh. Hatta on behalf of the Indonesian nation. Proclamation of Indonesian text was typed by Sayuti Melik, and the red-white flag sewn directly by madam Fatmawati.
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56, proklamasi dibacakan. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan.
 
.........
 
The next morning, August 17, 1945, at the residence of Sukarno, at 56th Street of Pegangsaan Timur, the proclamation of independence is read out. The event begins at 10:00 o'clock with the reading of the proclamation by Sukarno and spliced with textless short. Then the flag, which had been sewn by Mrs. Fatmawati, flown.
Sebagai kelengkapan kekuatan dan alat utama dalam menghadapi perjuangan fisik, dibentuklah Badan Keamanan Rakyat Oedara (BKRO) pada tanggal 23 Agustus 1945. Usaha pertama yang dilakukan BKRO adalah merebut pangkalan-pangkalan udara dari tangan tentara Jepang, termasuk unsur pesawat beserta fasilitas lainnya. Usaha perebutan pangkalan udara dari tentara Jepang terjadi di mana-mana antara lain di Maospati, Maguwo dan Bugis. Yang akhirnya berhasil dikuasai antara lain lapangan terbang, pesawat terbang beserta fasilitas lainnya.
 
.........
 
For completeness and strength of the main tools in facing the front of physical struggle, the People's Air Security Agency (Badan Keamanan Rakyat Oedara - BKRO) established on August 23, 1945. The first attempt taken by ​​BKRO is to seize air bases from the hand of Japanese air force, including their aircraft and other facilities. The attempt to scramble air bases from the Japanese occurred everywhere like in Maospati, Maguwo and Bugis. This finally brought airfields, aircraft and other facilities under control in the Indonesian hands.
Di Surabaya, tanpa persetujuan Pemerintah Republik daerah Surabaya, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda puncak gedung Hotel Yamato sisi sebelah utara. Mengetahui peristiwa tersebut, keesokan harinya para pemuda diwakilili oleh Hariyono dan Soedirman kembali ke dalam hotel dan memanjat tiang bendera tersebut dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
 
.........
 
In Surabaya, without the approval of the Regional Republican Government of Surabaya, a group of Dutch men led by Mr. W.V.Ch. Ploegman fly the Dutch flag on north side rooftop of Yamato Hotel. Knowing these events, at the next day the youth led by Hariyono and Sudirman back into the hotel and climb the flagpole and along with Koesno Wibowo pull down Dutch flag, ripped the blue color, and rise it back as only red-white flag of Indonesia.
Para pemuda, pejuang, dan rakyat bersatu bergembira merayakan kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera Merah Putih dikibarkan dan tampak wajah kemenangan dan keceriaan meliputi Para Pemuda, Pejuang dan Rakyat Indonesia yang berkumpul di halaman kediaman Soekarno.
 
.......................
 
The youth, the patriots, and the people come as one to celebrate the independence of Indonesia. The national flag unfurled and the happiness and victorious reflection emerged on the face of those who gathered at the residence of Sukarno.
 
"Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit, jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang"
~ Soekarno
 
...........
 
Hang your dreams high as the sky! Be dreaming as high as the sky, and if you fall, you will fall in between the stars
~ Soekarno
 
.................
 
 
 
 
Year: 2013
 
 

.................
 
 
 
Thanks for Watching