Kandungan Asap Cair Dari Batok Kelapa
Kandungan Asap Cair Dari Batok Kelapa

Kandungan Asap Cair - Asap merupakan senyawa yang memiliki bagian komplek yang terdiri dari fase cairan terdispersi dan medium gas sebagai pendispersi. Asap dibuat dengan cara pembakaran yang tidak sempurna.

Dimana melibatkan reaksi dekomposisi konstituen polimer menjadi senyawa organik dengan berat molekul rendah karena pengaruh panas yang meliputi reaksi oksidasi, polimerisasi dan kondensasi.

Jumlah dari partikel padat dan partikel cair dalam medium gas menentukan kepadatan asap. Selain itu asap juga memberikan pengaruh dalam warna, rasa, dan aroma pada medium pendispersi gas.

Asap Cair adalah suatu hasil destilasi, pengembunan atau penguapan, dari uap hasil pembakaran langsung maupun tidak langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa lainnya. Bahan dasar dan suhu pirolisis mempengaruhi hasil dari asap cair. 

Sifat dari asap cair sendiri dipengaruhi oleh komponen utama yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin, yang bagiannya bervariasi tergantung pada jenis bahan yang akan di pirolisis.
Proses pirolisis melibatkan berbagai proses reaksi diantaranya dekomposisi, oksidasi, polimerisasi dan kondensasi.


Komponen Komponen Penyusun Asap Cair:

1.    Senyawa Fenol
Kandungan senyawa fenol dalam asap cair sangat tergantung pada temperatur pirolisis. Kuantitas fenol pada kayu sangat bervariasi antara 10-200 mg/kg. Jenis fenol yang biasanya terdapat dalam produk asapan adalah guaiakol, dan siringol (Girard, 1992).

Senyawa fenol yang terdapat dalam asap cair umumnya adalah hidrokarbon aromatik yang tersusun dari cincin benzena dengan sejumlah gugus hidroksil yang terikat. 
Senyawa fenol ini dapat juga mengikat gugus gugus lainnya seperti aldehid, keton, asam dan ester (Maga, 1987).

2.   Senyawa Karbonil
Senyawa karbonil dalam asap cair memiliki peranan dalam pewarnaan dan citarasa produk asapan.
Golongan senyawa ini mepunyai aroma yang unik seperti aroma karame. Jenis senyawa karbonil yang terkandung dalam asap cair antara lain adalah vanilin dan siringaldehida.

3.   Senyawa Asam
Senyawa asam mempunyai peran sebagai antibakteri dan membentuk citarasa produk asapan. Senyawa asam dalam asap cair antara lain adalah asam asetat, propionat, butirat dan valerat.

4. Senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis
Senyawa hidrokarbon polisiklis aromatis (HPA) terbentuk ketika proses pirolisis. Pembentukan berbagai senyawa HPA selama pembuatan asap tergantung dari beberapa hal. Seperti temperatur pirolisis, waktu dan kelembaban udara pada proses pembuatan asap serta kandungan udara dalam batok kelapa. (Girard, 1992)

Proses yang menyebabkan terpisahnya partikel partikel besar dari asap akan menurunkan kadar benzopirena. Proses tersebut antara lain adalah pengendapan dan penyaringan.

5. Senyawa Benzopirena
Benzopirena mempunyai titik didih 310 C, benzopirena dapat menyebabkan kanker kulit jika dioleskan secara langsung pada permukaan kulit. Namun proses yang terjadi memerlukan waktu yang lama (Winaprilani, 2003).

Kandungan zat kimia pada asap cair batok kelapa meliputi penentuan fenol, karbonil, keasaman dan indeks pencoklatan.                                                                          

Fenol                                  : 5.13 %
Karbonil                              : 13.28 %
Keasaman                          : 11.39 %
Indeks Pencoklatan            : 1.18 %

Senyawa yang merugikan dalam asap cair antara lain yaitu tar dan senyawa benzopiren yang bersifat toksik dan karsinogenik serta menyebabkan kerusakan asam amino esensial dari protein dan vitamin. Pengaruh ini disebabkan karena adanya sejumlah senyawa kimia di dalam asap cair yang dapat bereaksi dengan komponen bahan makanan.

Cara untuk memisahkan komponen berbahaya yang terdapat dalam asap cair dapat dilakukan dengan cara redistilasi, yaitu proses pemisahan suatu larutan berdasarkan titik didihnya. Redistilasi dilakukan guna menghilangkan senyawa senyawa yang berbahaya  dan tidak diinginkan, sehingga diperoleh lah asap cair yang jernih, bebas tar, poliaromatik hidrokarbon (PAH) dan benzopiren pendispersi.
Kandungan Asap Cair Dari Batok Kelapa
1
36
0
Published:

Kandungan Asap Cair Dari Batok Kelapa

Kandungan Asap Cair - Asap merupakan senyawa yang memiliki bagian komplek yang terdiri dari fase cairan terdispersi dan medium gas sebagai pendis Read More
1
36
0
Published:

Creative Fields